Kamis, 13 Juni 2013

Datang lalu Pergi

kini kau datang, saat semua yang ada kurasa pergi dan menjauh. Kau hanya sebagian kecil dari hidupku yang seolah mempermainkan hariku. Hari ini kau datang, menyapa, memberi tawa dan membawa cerita indah. Namun kau sangat bisa untuk pergi lagi. Pergi di saat aku merasa kau tak akan pergi lagi, pergi di saat aku yakin kau tak akan membuang semua cerita itu dan pergi di saat aku ingin kau tetap disini. Yap !! semua memang sesuai dengan keinginanmu, berjalan sesuai yang kau harapkan. Tapi kau tak pernah mengerti aku di sini. Aku di sini yang entah sampai kapan terus membuka pintu  untukmu saat kau ingin bersandar atau sekedar melepas kebosanan.  Kau teruskan permainan indahmu tanpa melihat aku yang selalu terpejam dan seolah tak melihat permainanmu handalmu.  Kau pintar untuk menyusup masuk dan secepatnya beralih pulang, kau seakan tau ada ruang khusus untukmu yang dengan sepenuhnya dapat kau gunakan bahkan kau hancurkan, tak perduli ruang itu kotor, lusuh, berantakan, bakan hancur, kau akan tetap menempnatinya dan dengan nyaman melakukan apapun yang kau mauKarena kau tau, seberapa pun kau hancurkan tempat itu, aku akan mampu memebersihkannya dan kau tetap bisa menempatinya lagi.  

 



 

ABU-ABU

Kamu seakan ingin berpindah, berjalan, berlari, namun kamu tak benar-benar melakukan itu. Kamu belok ke kanan, berjalan sebentar, lalu kau membalikkan arahmu. Tak ada yang tau apa maumu, kamu ingin hitam, putih atau keduanya ? atau kamu tak ingin keduanya ?
Kamu tidak hitam tapi aku tidak bisa mengatakan kamu putih. kamu bukan penjahat cinta yang menyakiti hati dengan sadis tanpa ampun, tapi kamu juga bukan pecinta yang baik dengan penuh kelembutan dan kasih sayang .
Kamu seakan mendekat dengan senyum, tapi bila kamu sudah dekat, kamu akan kembali pergi tanpa menoleh. Lelah jika harus tediam menunggumu dengan senyum. Perih jika harus meninggalkanmu tanpa jejak.
Kamu terlalu abu-abu untukku. Aku tidak bisa melihat sisi hitammu, tapi kamu Juga tidak mengizinkanku melihat sisi putihmu.